<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>indika's Blog</title>
	<atom:link href="http://indikablog.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indikablog.wordpress.com</link>
	<description>All about my pleasure</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 13:23:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='indikablog.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>indika's Blog</title>
		<link>http://indikablog.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://indikablog.wordpress.com/osd.xml" title="indika&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://indikablog.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Trik di Balik Ramalan Juara Piala Dunia Deddy Corbuzier</title>
		<link>http://indikablog.wordpress.com/2010/07/12/trik-di-balik-ramalan-juara-piala-dunia-deddy-corbuzier/</link>
		<comments>http://indikablog.wordpress.com/2010/07/12/trik-di-balik-ramalan-juara-piala-dunia-deddy-corbuzier/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 09:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indikablog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Another Story]]></category>
		<category><![CDATA[Computer Stuff]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indikablog.wordpress.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang saya tau rahasia di balik trik ramalan Dedy tentang juara piala dunia ) Setelah browsing2 tentang youtube akhirnya ketemu juga celahnya. Jadi, link http://www.youtube.com/nc1253hz6 yang dibilang adalah link video ramalan ternyata tidak lebih adalah link channel yang ada di youtube. Gampangnya, channel itu seperti semacam direktori/folder penyimpanan video di youtube (Klik disini atau disini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=265&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang saya tau rahasia di balik trik ramalan Dedy tentang juara piala dunia <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Setelah browsing2 tentang youtube akhirnya ketemu juga celahnya.</p>
<p>Jadi, link <a href="http://www.youtube.com/nc1253hz6" target="_blank">http://www.youtube.com/nc1253hz6</a> yang dibilang adalah link video ramalan ternyata tidak lebih adalah link channel yang ada di youtube. Gampangnya, channel itu seperti semacam direktori/folder penyimpanan video di youtube (Klik <a href="http://mashable.com/2009/08/02/customize-youtube-channel/" target="_blank">disini </a>atau <a href="http://www.google.com/support/youtube/bin/answer.py?hl=en&amp;answer=152024" target="_blank">disini </a>kalau mau lebih tau tentang channel youtube). Di channel kita bisa upload banyak video sekaligus dan apabila kita ingin mengakses channel tersebut, kita tinggal kunjungi satu link itu saja. Walaupun untuk membuka channel itu kita cuma butuh satu link itu saja, tapi untuk mengakses masing-masing video kita butuh link masing-masing ID video (masing-masing video yang ada di channel itu punya link ID video yang berbeda).</p>
<p>Sementara link yang biasa kita pake buat nonton itu pake URL <a href="http://www.youtube.com/watch?v=" target="_blank">http://www.youtube.com/watch?v=</a>&lt;ID video&gt;. Nah, ID video ini lah yang sifatnya unik dan pasti beda untuk tiap video.</p>
<p>Kemungkinan besar si Dedy ini upload banyak video pas awal pertandingan di channel ini, dan saat final selesai semua video dihapus kecuali video Spanyol.</p>
<p>Jadi, kalo si Dedy ini bener2 bisa ngeramal, harusnya yang dia kasih bukan link channelnya( <a href="http://www.youtube.com/nc1253hz6" target="_blank">http://www.youtube.com/nc1253hz6</a> ), tapi link ID video youtubenya ( <a href="http://www.youtube.com/watch?v=6WYnOQyWQe4" target="_blank">http://www.youtube.com/watch?v=6WYnOQyWQe4</a> ) *<em>coba buka dua-duanya biar tau gimana bedanya&#8230;</em>*</p>
<p>Kaya gini masih mau percaya ramalan?</p>
<p>Pasti ada trik yang logis di balik ramalan itu</p>
<p>Karena cuma Tuhan yang Maha Tahu masa depan</p>
<p><em>*orang IT kok dikibulin :p*</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indikablog.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indikablog.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indikablog.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indikablog.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indikablog.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indikablog.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indikablog.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indikablog.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indikablog.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indikablog.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indikablog.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indikablog.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indikablog.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indikablog.wordpress.com/265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=265&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indikablog.wordpress.com/2010/07/12/trik-di-balik-ramalan-juara-piala-dunia-deddy-corbuzier/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42f3568a1581ad50a7eaea5c414f7e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resep Anak Kos Part 1 ~ Asam Manis Campur-campur</title>
		<link>http://indikablog.wordpress.com/2010/06/28/resep-anak-kos-part-1-asam-manis-campur2/</link>
		<comments>http://indikablog.wordpress.com/2010/06/28/resep-anak-kos-part-1-asam-manis-campur2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 10:25:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indikablog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cooking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indikablog.wordpress.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa minggu terakhir, muncul hobi baru di sela-sela kesibukan TA yang tak kunjung selesai. Memasak. Bermula dari keinginan kuat untuk menghemat uang makan dan kemampuan memasak yang sangat minim, akhirnya saya memutuskan untuk mulai belajar memasak Hambatan terbesar anak kos untuk memasak biasanya karena  waktu luang yang sedikit untuk memasak dan peralatan memasak yang minim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=255&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa minggu terakhir, muncul hobi baru di sela-sela kesibukan TA yang tak kunjung selesai. Memasak. Bermula dari keinginan kuat untuk menghemat uang makan dan kemampuan memasak yang sangat minim, akhirnya saya memutuskan untuk mulai belajar memasak <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hambatan terbesar anak kos untuk memasak biasanya karena  waktu luang yang sedikit untuk memasak dan peralatan memasak yang minim di kos. Akhirnya belajar memasak pun dimulai dengan bertanya pada mbah <a title="google" href="http://www.google.com" target="_blank">gugle</a> :p. Saya mencari beberapa resep sederhana dan akhirnya menemukan satu resep yang -sepertinya- bisa saya terapkan di kos dengan peralatan seadanya. Resep asli sebenarnya membutuhkan lebih banyak bahan, tapi di resep ini saya hanya menggunakan bahan-bahan yang sekiranya selalu ada di kos. Agak-agak di<em>improve gitu </em>ceritanya :p</p>
<div id="attachment_257" class="wp-caption aligncenter" style="width: 333px"><a href="http://indikablog.files.wordpress.com/2010/06/asem-manis.jpg"><img class="size-full wp-image-257" title="asem manis" src="http://indikablog.files.wordpress.com/2010/06/asem-manis.jpg?w=614" alt="Asem manis"   /></a><p class="wp-caption-text">Asam manis buatan saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p style="text-align:center;">
<p><span id="more-255"></span></p>
<p><strong>Untuk 2 porsi</strong></p>
<p><strong>Bahan:</strong></p>
<ul>
<li>2 butir telur</li>
<li>2 buah sosis. Potong sesuai selera</li>
<li>2 buah wortel ukuran sedang. Potong bentuk korek api</li>
<li>1 sdt garam</li>
<li>1 sdtgula</li>
<li>3 siung bawang putih. Iris tipis</li>
<li>4 siung bawang merah. Iris tipis</li>
<li>1/4 buah bawang bombay. Iris bentuk korek api</li>
<li>2 sdm saos tomat, bisa ditambah saos sambal apabila suka pedas</li>
<li>1 sdm kecap manis</li>
<li>1 gelas air</li>
<li>2 sdm margarin</li>
</ul>
<p><strong>Cara memasak:</strong></p>
<ul>
<li>Telur didadar sampai setengah matang, jangan terlalu kering menggorengnya (bisa ditambahkan garam dan daun bawang cincang sesuai selera)</li>
<li>Angkat dan sisihkan telur</li>
<li>Potong-potong telur sesuai selera (biasanya saya potong suwir)</li>
<li>Panaskan margarin dan tumis bawang merah, bawang putih, bawang bombay sampai harum</li>
<li>Masukkan wortel, sosis. Tumis sampai wortel agak layu</li>
<li>Masukkan garam, gula, saos, kecap kemudian aduk sampai rata</li>
<li>Masukkan telur dadar dan aduk kembali</li>
<li>Tambahkan air</li>
<li>Masak sebentar hingga bumbu meresap dan kuah agak berkurang</li>
<li>Angkat dan nikmati dengan nasi hangat</li>
</ul>
<p>Selamat mencoba ^_^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indikablog.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indikablog.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indikablog.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indikablog.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indikablog.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indikablog.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indikablog.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indikablog.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indikablog.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indikablog.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indikablog.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indikablog.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indikablog.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indikablog.wordpress.com/255/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=255&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indikablog.wordpress.com/2010/06/28/resep-anak-kos-part-1-asam-manis-campur2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42f3568a1581ad50a7eaea5c414f7e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indikablog.files.wordpress.com/2010/06/asem-manis.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">asem manis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Note from Negeri 5 Menara</title>
		<link>http://indikablog.wordpress.com/2010/04/27/a-note-from-negeri-5-menara/</link>
		<comments>http://indikablog.wordpress.com/2010/04/27/a-note-from-negeri-5-menara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 09:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indikablog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Zone]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indikablog.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti kerabat dan kawan Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang Singa jika tak tinggalkan sarang tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=252&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman<br />
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang<br />
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti kerabat dan kawan<br />
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang</p>
<p>Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan<br />
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang</p>
<p>Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa<br />
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran</p>
<p>Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam<br />
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang</p>
<p>Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang<br />
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa<br />
jika di dalam hutan</p>
<p>- Imam Syafii -</p>
<p style="text-align:right;"><em>Sumber : Negeri 5 Menara</em></p>
<p style="text-align:right;"><em> </em></p>
<p style="text-align:left;">Jadi semakin pengen ke Jepang.. ^_^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indikablog.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indikablog.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indikablog.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indikablog.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indikablog.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indikablog.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indikablog.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indikablog.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indikablog.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indikablog.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indikablog.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indikablog.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indikablog.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indikablog.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=252&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indikablog.wordpress.com/2010/04/27/a-note-from-negeri-5-menara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42f3568a1581ad50a7eaea5c414f7e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Satu Pesan Untuknya</title>
		<link>http://indikablog.wordpress.com/2010/04/11/satu-pesan-untuknya/</link>
		<comments>http://indikablog.wordpress.com/2010/04/11/satu-pesan-untuknya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 05:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indikablog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indikablog.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Ada saat dimana kita harus berhenti mengejar dan belajar melepaskan sesuatu Yaitu saat terjadi keadaan yang berkebalikan dengan apa yang kita inginkan Tapi banyak orang tidak tahu dimana letak titik itu Sehingga mereka memilih untuk menyerah sebelum benar-benar berusaha - Untuk seseorang yang dulu pernah menyerah dalam menggapai mimpinya.. - Dimanapun kamu sekarang, apapun mimpimu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=238&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada saat dimana kita harus berhenti mengejar dan belajar melepaskan sesuatu<br />
Yaitu saat terjadi keadaan yang berkebalikan dengan apa yang kita inginkan<br />
Tapi banyak orang tidak tahu dimana letak titik itu<br />
Sehingga mereka memilih untuk menyerah sebelum benar-benar berusaha</p>
<p><em><br />
</em></p>
<p>- <em>Untuk seseorang yang dulu pernah menyerah dalam menggapai mimpinya.</em>. -</p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>Dimanapun kamu sekarang, apapun mimpimu sekarang</em></p>
<p><em>Semoga apa yang kamu pilih sekarang adalah pilihan yang terbaik dan menjadi mimpi yang akan kamu kejar<br />
</em></p>
<p><em>Semoga tidak ada lagi kata menyerah dalam menggapai mimpimu saat ini ^_^<br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indikablog.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indikablog.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indikablog.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indikablog.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indikablog.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indikablog.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indikablog.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indikablog.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indikablog.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indikablog.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indikablog.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indikablog.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indikablog.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indikablog.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=238&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indikablog.wordpress.com/2010/04/11/satu-pesan-untuknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42f3568a1581ad50a7eaea5c414f7e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berprasangka Baik Kepada Allah</title>
		<link>http://indikablog.wordpress.com/2010/03/07/berprasangka-baik-kepada-allah/</link>
		<comments>http://indikablog.wordpress.com/2010/03/07/berprasangka-baik-kepada-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 12:28:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indikablog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Another Story]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Zone]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indikablog.wordpress.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan&#8221; - Q.S Al Insyirah : 6 - Awal bulan Februari kemarin saya mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh USC (Uswah Student Center). Sebenarnya seminar ini ditujukan untuk anak-anak SMA di Surabaya sih, tapi karena tertarik dengan pembicaranya (Salim A. Fillah, pengarang buku best seller “Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim) dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=227&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan&#8221;</em></p>
<p><em>- Q.S Al Insyirah : 6 -</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><a href="http://indikablog.files.wordpress.com/2010/03/work_stress_1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-229" title="stress" src="http://indikablog.files.wordpress.com/2010/03/work_stress_1.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p>Awal bulan Februari kemarin saya mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh <a href="http://www.uswah.org/">USC (Uswah Student Center)</a>. Sebenarnya seminar ini ditujukan untuk anak-anak SMA di Surabaya sih, tapi karena tertarik dengan pembicaranya (Salim A. Fillah, pengarang buku <em>best seller</em> “Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim) dan Shofwan Al Banna, Mawapres Nasional dan pengarang buku “Ramadhan is Dead”) akhirnya saya dan satu orang teman saya nekat mendaftar seminar tersebut. Untungnya sewaktu datang ke TKP ternyata lumayan juga jumlah peserta dari golongan mahasiswa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Seminar ini membahas tentang pemuda, tapi di post kali ini saya tidak membahas hal tersebut. Saya akan bercerita sedikit tentang salah satu kisah yang diceritakan oleh Pak Salim saat sesi tanya jawab.<span id="more-227"></span></p>
<p>Kisah ini tentang seorang laki-laki paruh baya miskin dan keluarganya. Meskipun hidup miskin dan serba kekurangan tapi laki-laki ini ingin menafkahkan hartanya di jalan Allah. Dia tidak keberatan hidup miskin di dunia karena dia tahu harta yang dinafkahkan di jalan Allah kelak akan memudahkan jalannya di akhirat nanti. Hmmm.. sangat berbeda ya dengan orang-orang jaman sekarang? Semua berlomba-lomba mengumpulkan harta. Tidak peduli halal atau haram. -_-</p>
<p>Uang yang didapat dari hasil laki-laki itu bekerja dikumpulkan sedikit demi sedikit dan akhirnya dia dan keluarganya sepakat untuk membeli kuda uang tersebut. Kuda tersebut dipelihara supaya bisa digunakan sebagai kuda perang yang tangguh dan dia berharap kuda tersebut bisa berguna dalam jihad <em>fisabilillah</em>. Salah seorangg tetangga berkata saat melihat laki-laki itu pulang membawa kuda yang sangat bagus. “Wah, kudamu sangat bagus. Pasti kau mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk membeli kuda ini.”. Laki-laki itu menjawab sambil tersenyum, “Saya tidak tahu apakah ini rahmat atau musibah. Saya berprasangka baik kepada Allah”. Tetangga tersebut pulang setelah mendengar jawaban laki-laki tersebut.</p>
<p>Kuda tersebut dirawat dengan sangat baik oleh laki-laki itu dan keluarganya. Sampai pada suatu hari kuda tersebut hilang. Kandang tempat kuda tersebut biasanya dirawat rusak, kuda tersebut lari dari kandangnya. Sampai beberapa hari laki-laki tersebut menunggu kuda tersebut namun kuda itu tidak pulang lagi ke kandangnya. Tetangga laki-laki itu berdatangan lagi dan salah seorang berkata, “Kuda sebagus itu hilang? Kau pasti merasa sangat kehilangan. Kuda itu kan harganya mahal sekali.”. Laki-laki itu kembali menjawab sambil tersenyum, “Saya tidak tahu apakah ini rahmat atau musibah. Saya berprasangka baik kepada Allah”.Tetangga tersebut kembali pulang setelah mendengar jawaban yang aneh dari laki-laki itu.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, terdengar suara gaduh dari kandang tempat kuda itu hilang. Laki-laki itu dan anaknya segera bergegas ke kandang kuda dan melihat bahwa kudanya telah kembali. Tak hanya itu, kuda itu ternyata membawa teman-temannya ke kandangnya. Mungkin kuda tersebut keluar untuk mengajak teman-temannya karena merasa bahwa ia diperlakukan dengan baik oleh laki-laki itu. Mendengar suara gaduh itu, tetangga-tetangga pun berdatangan kembali. Salah seorang berkata, “Wah, kudamu sudah kembali dan dia membawa serta teman-temannya. Sekarang kau punya banyak kuda!”. Laki-laki itu kembali menjawab sambil tersenyum, “Saya tidak tahu apakah ini rahmat atau musibah. Saya berprasangka baik kepada Allah”.Tetangga tersebut kembali pulang setelah mendengar jawaban yang aneh dari laki-laki itu.</p>
<p>Pada suatu hari anak remaja dari laki-laki tersebut belajar mengendarai kuda. Remaja itu terjatuh dari kuda dan mengalami patah tulang pada kakinya. Tetangga-tetangga kembali datang untuk menjenguk anak tersebut. Salah seorang tetangga berkata, “Kudamu bertambah banyak, tapi sekarang anakmu mengalami patah tulang. Sungguh kasihan sekali.”. Laki-laki itu kembali menjawab sambil tersenyum, “Saya tidak tahu apakah ini rahmat atau musibah. Saya berprasangka baik kepada Allah”.Tetangga tersebut kembali pulang setelah mendengar jawaban yang aneh dari laki-laki itu.</p>
<p>Beberapa hari kemudian terdengar kabar bahwa akan ada perang dan prajurit istana mendatangi setiap rumah untuk membawa perintah wajib militer bagi setiap pemuda. Pada hari perintah wajib militer itu dikeluarkan, para tentara istana menginspeksi setiap rumah dan menarik pemuda-pemuda yang mampu berperang. Sampailah para tentara istana di rumah lelaki tersebut dan mendapati seorang pemuda disana. Akan tetapi melihat kondisi pemuda tersebut yang sedang menderita patah tulang akhirnya tentara istana tersebut berkata, “Dengan kaki patah seperti itu, dia tidak akan bisa berperang. Kita tidak usah membawa dia.” Setelah para tentara itu pergi, lelaki tersebut berkata pada anaknya, “Perang itu adalah perang konyol antara sesama muslim. Kamu memang seharusnya tidak usah berperang dalam perang seperti itu.”. Beberapa saat kemudian para tetangga berkumpul dan setelah mendapati ternyata anak lelaki tersebut tidak diikutkan berperang, salah seorang tetangga berkata, “Beruntung sekali kamu, karena patah tulang anakmu tidak diwajibkan berperang.” Untuk yang kesekian kalinya laki-laki itu kembali menjawab sambil tersenyum, “Saya tidak tahu apakah ini rahmat atau musibah. Saya berprasangka baik kepada Allah”.</p>
<p>Perang tersebut berakhir dengan kekalahan dan banyaknya prajurit yang mati dalam perang. Banyak sekali pemuda yang gugur dalam peperangan tersebut terutama yang berasal dari desa tempat lelaki itu berasal.</p>
<p>Beberapa tahun kemudian terjadi perang kembali, tetapi kali ini adalah perang melawan tentara musuh Islam dan semua orang baik pemuda, maupun orang tua yang masih mampu mengikuti perang dengan suka rela mengangkat senjata untuk membela negerinya dari serangan musuh Islam. Dalam perang tersebut anak lelaki tersebut menjadi prajurit depan dalam barisan dan bahkan dipercaya menjadi salah satu panglima perang. Karena kelihaiannya dalam mengatur strategi perang akhirnya pemuda tersebut menjadi pemimpin perang yang disegani dalam perang tersebut maupun perang-perang yang terjadi setelahnya.</p>
<p><em>That’s the story</em>.. sudah bisa mengambil hikmahnya?</p>
<p>Jadi, kalau Anda merasa bahwa cobaan datang bertubi-tubi, ingatlah bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan setelahnya. Kita harus selalu ingat bahwa Allah menciptakan cobaan melainkan untuk menguji hamba-Nya dan ujian itu merupakan satu bentuk rasa sayang Allah kepada kita. Sekarang tinggal bagaimana kita memaknai setiap cobaan dan mengambil hikmah di balik cobaan-Nya ^_^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indikablog.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indikablog.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indikablog.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indikablog.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indikablog.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indikablog.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indikablog.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indikablog.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indikablog.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indikablog.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indikablog.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indikablog.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indikablog.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indikablog.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=227&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indikablog.wordpress.com/2010/03/07/berprasangka-baik-kepada-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42f3568a1581ad50a7eaea5c414f7e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indikablog.files.wordpress.com/2010/03/work_stress_1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">stress</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Pengantin Baru</title>
		<link>http://indikablog.wordpress.com/2010/01/20/catatan-pengantin-baru/</link>
		<comments>http://indikablog.wordpress.com/2010/01/20/catatan-pengantin-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 06:54:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indikablog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Another Story]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Zone]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indikablog.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Kalau melihat judul itu, jangan berpikiran macam-macam dulu… Bukan aku yang menikah… Sumpah! :p Emangnya kalau aku nikah, sama siapa??? &#62;.&#60; Yang menikah adalah teman SMA-ku. Tapi kalau didoakan cepat menikah, aku amini saja ^_^. Hahaha.. Selamat ya buat D*** (cowok) n L*** (cewek)! Semoga pernikahan kalian langgeng dan diberkahi Allah. (ga nyebutin nama ah… [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=220&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau melihat judul itu, jangan berpikiran macam-macam dulu…</p>
<p>Bukan aku yang menikah…</p>
<p>Sumpah! :p</p>
<p>Emangnya kalau aku nikah, sama siapa??? &gt;.&lt;</p>
<p>Yang menikah adalah teman SMA-ku. Tapi kalau didoakan cepat menikah, aku amini saja ^_^. Hahaha..</p>
<p>Selamat ya buat D*** (cowok) n L*** (cewek)! Semoga pernikahan kalian langgeng dan diberkahi Allah. (<em>ga</em> nyebutin nama ah… menjaga kerahasiaan dan privasi :p)</p>
<p>Jadi ceritanya aku yang sedang kurang kerjaan – karena selama liburan satu minggu hanya ada di rumah saja &#8211; mengajak salah satu teman SMA-ku untuk jalan-jalan. Daripada bingung jalan-jalan kemana, akhirnya aku mengusulkan untuk mengunjungi teman SMA-ku yang baru saja menikah (Sebenarnya sudah ada rencana mengunjungi dari 2 bulan yang lalu tapi batal gara-gara tidak ada teman kesana &gt;.&lt;). Akhirnya aku dan tiga orang temanku (dua orang lainnya ‘diculik’ langsung dari rumah mereka) mengunjungi si D dan L di rumah kontrakan yang nun jauh disana.</p>
<p><span id="more-220"></span></p>
<p>Sebenarnya agak kaget juga waktu dulu diberi tahu kalau si D dan L ini akan menikah. Dulu dua-duanya teman sekelasku waktu kelas 2 SMA dan yang aku tahu mereka bersahabat. Itu saja. Sama sekali tidak menyangka kalau pada akhirnya mereka akan menikah cepat walaupun pernah dengar kabar kalau mereka berdua sempat berpacaran sebentar saat awal-awal kuliah <em>sih</em>.</p>
<p>Awalnya sempat berpikiran macam-macam <em>soalnya</em> ada juga teman SMA yang cepat-cepat menikah gara-gara <em>kecolongan</em> alias MBA (<em>Married By Accident</em>). <em>Na’udzubillah..</em>.. Ternyata… oh ternyata… si D yang dulu kukenal sangat riang dan dekat dengan teman-teman yang lain sekarang menjadi <em>ikhwan</em> tulen! Itulah kenapa dia ingin menikah cepat-cepat. Menggenapkan separuh agama! (Maafkan saya yang telah berpikiran macam-macam &gt;.&lt;)</p>
<p>Saat pertama kali bertemu dengan D di depan rumah kontrakannya, dia sama sekali tidak menyapa kami &#8211; kebetulan 4 orang yang berkunjung semuanya <em>cewek</em> &#8211; seperti yang biasa dia lakukan dulu. Sempat merasa aneh dan merasa kehilangan D yang dulu. Rasanya susah me’<em>matching</em>’kan antara D yang sekarang dengan D yang dulu kukenal. Hahaha… tapi <em>kan</em> dia sekarang jadi ikhwan, seharusnya aku bahagia karena dia sudah menemukan jalan hidup yang benar dan harusnya aku bisa memahaminya. <em>Toh</em>, di kampusku banyak juga ikhwan yang setipe dengan dia (berjanggut, celana <em>cingkrang</em>, <em>ghadul bhasar</em> alias menundukkan pandangan, semacam itulah…). Apa mungkin karena aku tahu D dulunya seperti apa ya.. jadinya susah menerima kalau sekarang dia sudah berubah? =p</p>
<p>Kembali ke cerita…</p>
<p><em>Subhanallah</em>. Melihat pasangan pengantin baru yang satu ini memang menimbulkan decak kagum tersendiri. Meskipun kalau dilihat dari riwayat kehidupan SMA, kedua orang ini sama sekali <em>ga</em> ada alim-alimnya – sama seperti aku (&gt;.&lt;) – dan pernah punya riwayat pacaran sekali waktu awal-awal kuliah, tapi pada akhirnya dua orang ini sadar kalau mereka ga bisa pacaran lagi karena memang pacaran itu tidak ada dalam Islam. Yup, dalam hadist atau surat mana yang menjelaskan kalau pacaran itu diperbolehkan dalam Islam? Yang ada hanya aturan pernikahan. Titik. Jadi tidak ada alasan untuk membenarkan pacaran. OK?</p>
<p>Kembali lagi pada D dan L..</p>
<p>Masih takjub pada perubahan yang terjadi pada D, aku langsung dibuat kagum pada L, sang istri, yang ternyata mau bercadar setelah menikah dengan D sebagai salah satu syarat pernikahan. <em>Subhanallah&#8230; </em>Sungguh-sungguh keluarga yang (semoga menjadi) <em>sakinah, mawadah warrahmah</em>. Melihat mereka berdua, hati begitu tentram rasanya…</p>
<p>Setelah dipersilakan masuk oleh L ke ruang tamu, akhirnya kami berempat dan L bercerita banyak tentang pernikahan dan segala tetek bengeknya sementara si D – yang sepertinya sibuk – berada di dalam kamar (padahal kalau D yang dulu kukenal pasti sudah ikut <em>nimbrung</em> <em>ngobrol</em> :p). Lewat perbincangan ini aku jadi menyadari sesuatu, ternyata orang yang sudah menikah itu akan jauh kelihatan lebih dewasa daripada yang belum menikah ya? Terlihat sekali dari bagaimana perbedaan L dengan kami berempat dalam berbicara maupun mengeluarkan pendapat. Yang jelas, aku mendapat banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari kunjungan ini.</p>
<p><strong>Pelajaran pertama, kalau sudah saling suka dan mampu, langsung nikah!</strong></p>
<p>Berawal dari pertanyaan standard “Kok tiba-tiba nikah cepat sih?”</p>
<p>Lalu jawaban yang pendek aku dapat dari L “Kan sudah ada calonnya”. Kami berempat langsung terdiam. Tertohok lebih tepatnya. Dalam hati aku hanya berkata <em>Subhanallah</em>.<em> </em>Jawaban L memang terdengar simpel, sederhana, jujur bahkan bisa jadi menurut beberapa orang naif, munafik atau apalah. Tapi bagiku itu adalah jawaban yang menyiratkan keberanian seorang wanita. Ya, keberanian seorang wanita untuk melepaskan masa gadis dan kebebasannya kepada seorang lelaki yang akan menjadi suaminya. Tidak banyak <em>loh</em> wanita yang bisa seperti dia…</p>
<p>Kebanyakan wanita akan menunda-nunda pernikahan (mungkin aku juga termasuk -_-) karena alasan masih belum yakin dengan calon, masih ingin sukses dulu, masih ingin menikmati masa muda dahulu, dan berbagai alasan lainnya. Akan tetapi temanku satu ini hanya dengan berbekal rasa saling menyayangi dan perasaan bahwa mereka mampu menikah, akhirnya mereka menikah juga meskipun kalau dibilang keduanya masih belum begitu mapan karena masih sama-sama kuliah dan belum mendapatkan pekerjaan tetap.</p>
<p>Bukankah Allah sendiri yang memerintahkan kepada hamba-Nya, apabila seorang hamba menyukai seseorang untuk dijadikan pasangan hidupnya dan dia telah mampu maka hendaknya ia segera menikah untuk menyempurnakan separuh <em>dien?</em></p>
<p><strong>Pelajaran kedua, menikah muda itu banyak hambatan terutama dari pihak keluarga</strong></p>
<p>Bukannya menakut-nakuti, tapi inilah yang memang terjadi pada L saat dia mengutarakan keinginannya untuk menikah kepada kedua orangtuanya. Ayahnya <em>sih</em> katanya setuju-setuju saja, tetapi ibunya yang menolak dengan alasan L masih kuliah, belum merasakan kerja, dan berbagai alasan yang biasa diungkapkan orangtua (orangtuaku juga berpikiran sama -_-‘). Proses meyakinkan orang tua memang tidak mudah terutama untuk orang yang menikah muda, bahkan L sempat hampir mundur karena terus-terusan dilarang oleh ibunya. Akan tetapi pada akhirnya setelah 5 bulan yang panjang dan menegangkan akhirnya ibu si L mau merestui pernikahan mereka.</p>
<p>Kalau aku yang jadi si L, kira-kira berapa lama ya waktu yang aku butuhkan untuk meyakinkan kedua orangtuaku (<em>plus</em> keluarga besarku) supaya aku bisa cepat-cepat menikah? Hehe:p</p>
<p>Intinya adalah jangan menyerah kalau ingin menikah muda. Hambatan dari pihak keluarga itu pasti ada, terutama tentang permasalahan kuliah dan karir pihak cewek. Restu orang tua itu penting jadi jangan sampai karena ingin menikah dan belum diijinkan orang tua akhirnya jadi kawin lari ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Apabila niat kita baik dengan menikah muda agar menjaga diri dari fitnah dan untuk melengkapi separuh agama, insya Allah akan diberi kemudahan kok. Orang tua pasti lama-lama akan mengerti apabila kita terus berusaha meyakinkan mereka bahwa yang kita lakukan itu adalah sebuah ibadah. Orang tua seharusnya tidak menghalang-halangi anaknya untuk beribadah kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Pelajaran ketiga, kalau sudah menikah itu ibadah jadi tenang</strong></p>
<p>Sudah sering sih membaca kalimat itu di artikel-artikel tentang pernikahan yang pernah aku baca, tapi mendengarnya sendiri dari orang yang “sudah berpengalaman” ternyata memberikan kesan yang berbeda. Kalau dulu aku berpikiran “Masa iya sih?”, setelah mendengar cerita langsung dari sumbernya, aku jadi percaya kalau sudah menikah itu ibadah jadi tenang. Kalau menurut si L sih, setelah menikah ibadahnya jadi tambah tenang dan rajin karena sudah ada sang suami yang menemani setiap saat.</p>
<p>Menurut L, syaitan itu bekerja sangat keras pada waktu antara khitbah (lamaran) dengan pernikahan. Caranya dengan membuat calon pengantin yang sudah di<em>khitbah</em> terus kepikiran tentang pernikahannya nanti, entah itu persiapan pernikahan, kemantapan hati untuk menikah, dan sebagainya. Benar juga sih, tidak jarang aku mendengar banyak orang yang jadi terlalu bersemangat untuk mempersiapkan pernikahan sampai-sampai shalat saja tidak bisa <em>khusyu</em>’ atau yang lebih parah, adanya keragu-raguan yang muncul setelah <em>khitbah</em>, apakah calon yang telah diterima itu sesuai atau tidak untuk jadi pasangannya. Kasus kedua ini lebih berbahaya dari kasus pertama karena bisa jadi orang tersebut akhirnya membatalkan <em>khitbah </em>karena merasa tidak cocok dengan calon pasangannya. Padahal syaitan lah sebenarnya yang membisikkan keraguan dalam hatinya supaya pernikahan gagal dilakukan. Bukankah syaitan selalu menghalangi hamba-Nya yang ingin beribadah?</p>
<p>Jadi, banyak-banyak mendekatkan diri pada-Nya kalau sudah dikhitbah supaya ada kemantapan hati dan tidak mudah diperdaya syaitan. Ya…ya… akan kuingat saranmu, L.</p>
<p><strong>Pelajaran keempat, suami/istri kita adalah orang yang paling tampan/cantik sedunia</strong></p>
<p>Belajar tutup mata dan sugesti diri. Itu kuncinya.</p>
<p>Memang susah menutup mata kalau melihat ada makhluk yang cantik atau tampan melintas di hadapan kita, namun saat kita sudah menikah maka kita harus belajar menerima pasangan kita dengan segala kekurangan dan kelebihan mereka termasuk dalam hal fisik. Semua itu harus dilakukan supaya orang yang sudah menikah tidak terperdaya untuk berpaling pada orang lain.</p>
<p><strong>Pelajaran keempat, hubungan suami istri harus berdasarkan ibadah, bukan nafsu</strong></p>
<p>Sebenarnya agak-agak risih membicarakan topik ini, tapi kata L ini penting untuk diketahui karena salah satu tujuan menikah adalah mempunyai keturunan yang baik dan untuk mendapatkan keturunan pastinya harus.. (<em>u know what</em>).</p>
<p>‘Tragedi’ yang terjadi pada malam pertama (terutama yang terjadi pada pengantin wanita yang masih perawan) bisa mengukur apakah seks yang dilakukan oleh sang suami itu dilandasi ibadah atau hanya sekedar nafsu. Tahu sendiri kan, biasanya pihak wanita akan mengalami rasa sakit kalau melakukannya pertama kali? Nah, suami yang menjadikan ibadah sebagai dasar melakukan seks akan berusaha memahami sakitnya sang istri saat berhubungan suami istri. Tetapi suami yang melakukannya atas dasar nafsu biasanya tidak begitu memperdulikan sakit yang dirasakan istri tetapi hanya memperhatikan kepuasan yang dia peroleh. (jadi ngeri membayangkan &gt;.&lt;). Nah, karena itu bersikap terbuka lah pada suami kalau kita memang merasakan sakit (itu saran dari L). Aku sendiri masih malu dan takut memikirkan hal itu…</p>
<p>Oh ya, ingat untuk shalat dan berdoa sebelum melakukan ya.. supaya anak yang nantinya lahir bisa menjadi anak yang saleh. Amiin. (kalau yang ini saran dari artikel tentang pernikahan yang dulu pernah kubaca. Lupa sumbernya -_-)</p>
<p><strong>Pelajaran kelima,  nggak harus pintar memasak kalau ingin menikah muda</strong></p>
<p>Temanku itu mengaku kalau saat menikah dia sama sekali tidak bisa masak. Sayur sop pertamanya sama sekali tidak bisa dikatakan sebagai makanan (katanya sih begitu). Tapi bukan berarti istri kemudian melupakan kewajibannya untuk memasak bagi suami, jadi meskipun saat menikah belum bisa memasak, tetap harus belajar memasak dong.</p>
<p>NB: Kalau dipikir-pikir berarti masakanku masih lebih <em>mendingan </em>daripada L. Sayur sop pertamaku masih berasa seperti sop, bahkan aku pernah membuat sambal goreng tempe plus udang dan juga pernah membuat dadar jagung plus udang (jangan tanya kenapa semuanya berbau udang <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Berarti kalau jadi istri, paling tidak aku masih bisa memasak sayur sop untuk makanan sehari-hari <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  &#8211;&gt;senyum penuh kemenangan.</p>
<p><em>Tuh kan</em>, banyak sekali pelajaran yang bisa aku ambil dari bincang-bincang empat <em>cewek </em>(baca: belum menikah dan jadi ingin segera menikah gara-gara ‘hasutan’ L &gt;.&lt;) dengan seorang <em>cewek </em>yang baru saja menikah ini. Sebenarnya masih banyak lagi yang lain, tapi sengaja dirahasiakan demi privasi sesama <em>cewek </em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Setelah <em>ngobrol </em>kurang lebih 3 jam, akhirnya sekitar jam 8 malam kami berempat mengundurkan diri dari rumah kontrakan yang mungil itu. Ternyata mengobrol dengan teman lama itu menyenangkan, sampai tidak terasa waktu berlalu begitu cepat.</p>
<p>“Kamu beruntung <em>banget </em>L” ucapku saat pamitan. Kata-kata itu keluar dari lubuk hati terdalamku (ciee…) karena memang benar begitulah adanya. Siapa sih yang nggak beruntung kalau dapat suami yang dia cintai sepenuh hati dan mencintainya juga, seorang ikhwan tulen yang mampu menjaga pandangan dari wanita lain karena dia menganggap istrinya lah yang paling cantik di dunia ini dan yang paling penting bisa membimbing sang istri dalam jalan yang dirahmati Allah? Siapa yang <em>nggak pengen</em>?</p>
<p>Aku jadi berkhayal sendiri.. bisa <em>nggak </em>ya aku mendapat suami seperti itu nanti? Seorang yang menyayangiku apa adanya, saleh, bisa membimbingku ke jalan yang benar, jadi pemimpin keluarga yang baik dan adil serta menganggap aku sebagai wanita teristimewa dan terakhir dalam hidupnya (<em>ngayal </em>tingkat tinggi. Wkwkwkwk…).</p>
<p><em>Well, who knows?</em></p>
<p><em>Someday, maybe?</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Yup, someday… I believe </em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Someone in somewhere made for me <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </em>(berkayal mode on)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indikablog.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indikablog.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indikablog.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indikablog.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indikablog.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indikablog.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indikablog.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indikablog.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indikablog.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indikablog.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indikablog.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indikablog.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indikablog.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indikablog.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=220&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indikablog.wordpress.com/2010/01/20/catatan-pengantin-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42f3568a1581ad50a7eaea5c414f7e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Note About Insomnia</title>
		<link>http://indikablog.wordpress.com/2009/12/27/a-note-about-insomnia/</link>
		<comments>http://indikablog.wordpress.com/2009/12/27/a-note-about-insomnia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 10:06:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indikablog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Another Story]]></category>
		<category><![CDATA[Health and Beauty]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indikablog.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Kilasan peristiwa berkelebat berganti satu dan lain dalam gelap seiring detik detak detik berdetak menghitung Satu detak jantung berdenyut gerakan darah seluruh pembuluh denyut hidup, satu dua tiga tak berbareng detik lewat detik berlalu pejamkan mata bayangan berkelebat pikiran berkelana hanya kembali untuk menghitung detak detik detak detik detak detik entah kapan mimpi berkunjung… - [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=211&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Kilasan peristiwa berkelebat<br />
berganti satu dan lain<br />
dalam gelap seiring<br />
detik detak detik<br />
berdetak menghitung<br />
Satu detak jantung<br />
berdenyut gerakan darah<br />
seluruh pembuluh<br />
denyut hidup, satu dua<br />
tiga tak berbareng detik<br />
lewat detik berlalu<br />
pejamkan mata<br />
bayangan berkelebat<br />
pikiran berkelana<br />
hanya kembali untuk<br />
menghitung detak detik<br />
detak detik detak detik<br />
entah kapan mimpi berkunjung…<br />
- anonimous </em></p>
<p>Beberapa hari ini benar-benar membuatku gila. Ya.. Gila! Ulangi. GILA. Kurang dramatis?</p>
<p>G.I.L.A!!!</p>
<p>Siapa yang <em>nggak</em> gila kalau hampir satu minggu <em>nggak</em> bisa tidur. Walaupun ini bukan yang pertama kalinya saya mengalami kesulitan tidur, tapi tetap saja penyakit satu ini sangat mengganggu kestabilan dan keharmonisan kehidupan (halah…). <em>Gimana</em> <em>nggak</em> ? baru bisa tidur menjelang subuh dan baru bisa bangun setelah matahari sudah hampir mendekati ubun-ubun. Siklus hidup benar-benar jadi berubah <em>kaya</em> kelelawar. Malem hidup, siang <em>ngorok</em>!</p>
<p><span id="more-211"></span></p>
<p>Yep, mungkin beberapa orang pernah mengalami “penyakit” yang satu ini. Bahasa kerennya penyakit “<em>Nggak</em> bisa tidur <em>malem</em> dan selalu bangun kesiangan” ini adalah insomnia. Menurut beberapa artikel, buku, dan paper (lho?) yang pernah saya baca, insomnia ini gangguan susah memulai tidur atau susah menjaga tidur. Penderita insomnia sendiri dibagi menjadi tiga macam yaitu <em>transient insomnia, short term insomnia, </em>dan <em>chronic insomnia. Transient insomnia </em>biasanya menyerang kurang dari satu minggu, <em>short term insomnia </em>menyerang antara satu sampai tiga minggu. Golongan yang terakhir yaitu <em>chronic insomnia</em> menyebabkan gangguan tidur selama lebih dari tiga minggu</p>
<p>Well, sejauh ini saya belum pernah menjumpai orang dengan tipe insomnia ketiga. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya, apa aktivitasnya, dan apa pekerjaannya. Kehadiran saya di kampus saja sudah cukup membuat orang-orang menganggap saya aneh saat insomnia saya kambuh. Sering begadang karena tidak bisa tidur dan sering terlambat masuk kuliah pagi gara-gara bangun kesiangan. Benar-benar merusak hidup!</p>
<p>Ada beberapa tips untuk “mengatasi” insomnia (Tips ini tentu saja hanya untuk penderita insomnia golongan pertama, untuk golongan kedua bahkan ketiga saya rasa Anda membutuhkan penanganan dokter dan psikolog). Masalah utama sebenarnya terletak pada pikiran yang terlalu jenuh atau bahkan stress. Karena itu hal-hal yang dilakukan dalam tips ini berhubungan dengan mengembalikan “ketenangan” otak. Tips-tips ini saya dapatkan dari internet atau saran dari teman yang sudah pernah saya coba dan lumayan berhasil.</p>
<p>-       Mandi</p>
<p>Mungkin kedengarannya aneh, tapi mandi bisa menyegarkan tubuh apalagi kalau mandinya memakai <em>body scrub</em> sambil memijat seluruh badan atau berendam di <em>bathub</em> (sayangnya alternatif mandi dengan <em>bathub</em> tidak bisa saya coba di kos. hehehe). Aliran air pada tubuh dan beberapa pijatan mampu melancarkan peredaran darah sehingga tubuh terasa lebih segar. Tapi ingat, mandinya <em>pake</em> air hangat ya. Jangan sampai insomnia sembuh tapi jadi masuk angin. ^_^</p>
<p>-       Minum susu</p>
<p>Susu hangat sebelum tidur. Hmmm… <em>yummy</em>… Susu dipercaya bisa membuat kantuk (dan gemuk), terutama susu cokelat. Buat Anda yang ingin minum susu tapi sedang diet (terutama <em>cewek</em>) coba susu <em>low</em> <em>fat</em>. Toh, sekarang ada juga susu <em>low</em> <em>fat</em> rasa cokelat (<em>kok</em> jadi promosi?).</p>
<p>-       Pasang aromatherapy</p>
<p>Bakar lilin atau cairan aromatherapy di ruangan menjelang tidur. Aromatherapy terbukti bisa menenangkan pikiran. Namun, perlu berhati-hati dalam memilih aromatherapy karena efek yang ditimbulkan setiap tipe berbeda. Hindari memilih aromatherapy untuk meningkatkan semangat seperti lemon, orange, apel dan bau-bau segar lainnya. Pilih aromatherapy yang bisa menenangkan seperti jasmine, mawar, atau aromatherapy yang berbau lebih lembut</p>
<p>-       Setel musik klasik</p>
<p>Daripada menyetel musik rock sebelum tidur (yang pastinya tambah <em>bikin</em> susah tidur), lebih baik Anda menyetel musik klasik. Selain punya efek menenangkan, musik klasik juga bagus untuk perkembangan otak. Untuk Anda yang muslim tidak ada salahnya menyetel lagu-lagu nasyid atau murottal untuk menenangkan pikiran.</p>
<p>-       Baca buku</p>
<p>Membaca buku pada malam hari biasanya membuat mata capat lelah sehingga cepat mengantuk. Tips ini kadang tidak bisa dilakukan oleh orang yang maniak buku (seperti saya). Bukannya cepat tidur, malah sengaja begadang semalaman untuk menyelesaikan novel karena penasaran dengan akhir cerita. Meskipun begitu, saat novel telah selesai dibaca biasanya saya langsung tertidur karena mata sudah lelah dan mengantuk. Membaca novel atau buku lain yang punya alur cerita memang menyenangkan tetapi efek melelahkan mata kurang cepat. Baru-baru ini saya menemukan “bacaan” lain yang dengan cepat membuat mata terpejam. Bacaan itu adalah <em>paper</em>! (terutama yang penuh dengan rumus-rumus dan cacing-cacing integral yang super duper tidak jelas. Maklum saya orang otak kanan yang susah liat rumus ^_^). Alternatif bacaan yang lebih mantap untuk membuat saya cepat tidur adalah buku Tugas Akhir atau Thesis-nya orang. ^_^</p>
<p>Tips-tips tadi bisa dikerjakan semua secara berurutan atau hanya memilih salah satu atau beberapa, bergantung pada seberapa parah penyakit insomnia yang diderita. Untuk beberapa orang, mandi dan minum susu sudah cukup untuk membuat ngantuk. Tapi beberapa orang juga butuh langkah-langkah tambahan supaya bisa tidur. Saya sendiri terkadang dengan mandi malam dan minum susu saja sudah cukup membuat saya terbang ke alam mimpi. Tetapi saat insomnia sedang gawat-gawatnya saya bisa melakukan semua langkah di atas secara berurutan, itupun baru bisa tertidur di atas jam 12 malam (mending daripada tidak bisa tidur sama sekali -_-).</p>
<p>Saya tidak bisa 100% menjamin tips-tips di atas akan membuat Anda langsung “sembuh” dari insomnia. Tapi sejauh pengalaman saya, it works! Saya menciptakan terapi saya sendiri dengan melaksanakan tips-tips di atas daripada harus bergantung pada obat tidur atau zat penenang. Kalaupun tips-tips tadi sudah tidak mempan untuk saya, mungkin sudah saatnya saya segera pergi ke psikolog untuk berkonsultasi -_-</p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;"><em>With love,</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>Dari penderita insomnia untuk penderita insomnia</em></p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:left;"><em>Referensi (untuk keterangan lebih lanjut):</em></p>
<p style="text-align:left;"><a title="Insomnia" href="http://www.emedicinehealth.com/insomnia/article_em.htm"><em>http://www.emedicinehealth.com/insomnia/article_em.htm</em></a></p>
<p style="text-align:left;"><a title="insomnia wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Insomnia"><em>http://en.wikipedia.org/wiki/Insomnia</em></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indikablog.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indikablog.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indikablog.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indikablog.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indikablog.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indikablog.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indikablog.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indikablog.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indikablog.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indikablog.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indikablog.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indikablog.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indikablog.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indikablog.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=211&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indikablog.wordpress.com/2009/12/27/a-note-about-insomnia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42f3568a1581ad50a7eaea5c414f7e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Life&#8230;</title>
		<link>http://indikablog.wordpress.com/2009/11/02/life/</link>
		<comments>http://indikablog.wordpress.com/2009/11/02/life/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 08:50:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indikablog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indikablog.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[On the first day, God created the dog and said: &#8220;Sit all day by the door of your house and bark at anyone who comes in or walks past. For this, I will give you a life span of twenty years.&#8221; The dog said: &#8220;That&#8217;s a long time to be barking. How about only ten [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=206&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>On the first day, God created the dog and said:</p>
<p>&#8220;Sit all day by the door of your house and bark at anyone who comes in or walks past. For this, I will give you a life span of twenty years.&#8221;</p>
<p>The dog said: &#8220;That&#8217;s a long time to be barking. How about only ten years and I&#8217;ll give you back the other ten?&#8221;</p>
<p>So God agreed.</p>
<p>On the second day, God created the monkey and said:</p>
<p>&#8220;Entertain people, do tricks, and make them laugh. For this, I&#8217;ll give you a twenty-year life span.&#8221;</p>
<p>The monkey said: &#8220;Monkey tricks for twenty years? That&#8217;s  pretty long time to perform. How about I give you back<br />
ten like the Dog did?&#8221;</p>
<p>And God agreed.</p>
<p>On the third day, God created the cow and said:</p>
<p>&#8220;You must go into the field with the farmer all day long and suffer under the sun, have calves and give milk to support the farmer&#8217;s family. For this, I will give you a life span of sixty years.&#8221;</p>
<p>The cow said: &#8220;That&#8217;s kind of a tough life you want me to live for sixty years. How about twenty and I&#8217;ll give back the other forty?&#8221;<br />
And God agreed again.</p>
<p>On the fourth day, God created man and said:</p>
<p>&#8220;Eat, sleep, play, marry and enjoy your life. For this, I&#8217;ll give you twenty years.&#8221;</p>
<p>But man said: &#8220;Only twenty years? Could you possibly give me my twenty, the forty the cow gave back, the ten the<br />
monkey gave back, and the ten the dog gave back; that makes eighty, okay?&#8221;</p>
<p>&#8220;Okay,&#8221; said God, &#8220;You asked for it.&#8221;</p>
<p>So that is why the first twenty years we eat, sleep, play and enjoy ourselves.</p>
<p>For the next forty years we slave in the sun to support our family.</p>
<p>For the next ten years we do monkey tricks to entertain the grandchildren.</p>
<p>And for the last ten years we sit on the front porch and bark at everyone.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:right;">- Anonymous -﻿</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indikablog.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indikablog.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indikablog.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indikablog.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indikablog.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indikablog.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indikablog.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indikablog.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indikablog.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indikablog.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indikablog.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indikablog.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indikablog.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indikablog.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=206&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indikablog.wordpress.com/2009/11/02/life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42f3568a1581ad50a7eaea5c414f7e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jilbab di Mata Cowok</title>
		<link>http://indikablog.wordpress.com/2009/04/05/jilbab-di-mata-cowok/</link>
		<comments>http://indikablog.wordpress.com/2009/04/05/jilbab-di-mata-cowok/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 09:49:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indikablog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Zone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indikablog.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Mau tahu pendapat para cowok tentang cewek yang berjilbab? ada beberapa komentar nih : Cewek jilbaban di mataku, adalah ibarat kue yang dibungkus rapih dan ditaruh di dalam etalase, sehingga kesannya ‘mahal’. Laler yang suka bawa kotoran juga nggak bisa nempel. Tapi kalo yang nggak jilbaban yach, sebaliknya; yang nggak beli juga bisa megang-megang! Cuma [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=76&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-109" title="jilbaber" src="http://indikablog.files.wordpress.com/2009/04/jilbaber.jpg?w=614" alt="jilbaber"   /></p>
<p>Mau tahu pendapat para <em>cowok </em>tentang <em>cewek </em>yang berjilbab?<br />
ada beberapa komentar <em>nih </em>:</p>
<p><em>Cewek jilbaban </em>di mataku, adalah ibarat kue yang dibungkus <em>rapih </em>dan <em>ditaruh </em>di dalam etalase, sehingga kesannya ‘mahal’.<br />
<em>Laler </em>yang suka bawa kotoran juga <em>nggak </em>bisa nempel.<br />
Tapi <em>kalo </em>yang <em>nggak jilbaban yach</em>, sebaliknya; yang <em>nggak </em>beli juga bisa megang-megang!<br />
Cuma biar jilbabnya jadi lebih berwibawa lagi, yang penting adalah sosok di dalamnya yang <em>kudu </em>bisa <em>ngebawa </em>nama baik ‘jilbab’ itu sendiri.<br />
Karena jilbab kan simbol Islam, artinya kalo bungkusannya bagus tapi isinya <em>nggak </em>bagus <em>yach </em>sama <em>aja bodong</em>!<br />
Ibarat kue di dalam etalase yang dibungkus rapi, tapi jadi basi!<br />
Hii, jadi lebih ‘hina’ dibanding <em>ama </em>kue yang <em>nggak </em>dibungkus, <em>kan</em>?</p>
<p style="text-align:right;"><em>-    Boim Lebon, Penulis -</em></p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-76"></span></p>
<p>Jilbab yang benar, meneduhkan qalbu, pelindung diri, dan enak dilihat.</p>
<p style="text-align:right;"><em>-  Ahmad Risaldi, Marketing dan Promotion Manager -</em></p>
<p style="text-align:right;"><em><br />
</em></p>
<p><em>Cewek </em>berjilbab bagiku adalah seseorang atau beberapa orang yang memakai jilbab, hehehe.<br />
<em>Cewek </em>berjilbab akan <em>kelihatan </em>lebih anggun jka dibandingkan dengan <em>cewek</em> yang tidak berjilbab.<br />
Tetapi itu tergantung dari sudut pandang si <em>cowok</em>.<br />
Alhamdulillah teman-temanku yang <em>cewek</em>, yang berjilbab, <em>baek-baek</em> semua.<br />
Tapi sekarang <em>zaman udah </em>berubah, jilbab sering <em>dipake </em>untuk mode <em>doang</em>. Karena orang <em>bilang</em>, dengan jilbab <em>cewek </em>kelihatan cantik, makin banyak <em>deh </em>sekarang <em>cewek-cewek</em> ABG yang <em>pake </em>jilbab tanpa mau memahami apa sebenernya arti berjilbab.<br />
Akhirnya <em>yah </em>seperti sekarang ini. Banyak juga <em>cewek </em>berjilbab tapi masih pacaran dengan pegang-pegangan, <em>pake </em>baju ketat, <em>pake </em>celana yang ketat.<br />
Duh, sayang banget <em>deh</em>. Pahala <em>kan </em>jadi <em>nanggung</em>, ya <em>gak sih</em>?</p>
<p style="text-align:right;"><em>- Ricky, Desainer grafis Rumah Desain Alisafam -</em></p>
<p style="text-align:right;"><em><br />
</em></p>
<p>Mata ini risih jika ada wanita yang berpakaian “seadanya” atau hanya “mengubah” warna kulit. Namun jika yang ada di depan mata adalah wanita yang berpakaian “lengkap”, kadang tak kuasa untuk menatapya. Sesekali ingin juga memberitahu mereka, “Maaf Mbak, ada beberapa helai rambut yang keluar dari kerudung.” Atau begini, “Mbak, maaf lho ya, kerudungnya tipis <em>tuh</em>. Diganti yang lebih tebal atau pakai rangkap <em>dong</em>.” Juga yang ini, “Lho Mbak, kok <em>nggak pake </em>kaos kaki?”</p>
<p style="text-align:right;"><em>- Alif, Mahasiswa Teknik Elektro UGM -</em></p>
<p style="text-align:right;"><em><br />
</em></p>
<p>“Jilbab tak hanya menjadi hijab, namun berperan sebagai batas hasrat yang tersembunti dalam rahasia kecantikan wanita. Aku bersyukur telah jatuh cinta pada “bidadari” berjilbab sejak pandangan pertama.”</p>
<p style="text-align:right;"><em>- Kurnia Effendi, Penulis -</em></p>
<p style="text-align:right;"><em><br />
</em></p>
<p>Jilbab itu bisa indah, cantik, modis, bahkan tidak bertentangan dengan tren fesyen. Tapi jilbab juga lebih daripada sekadar etika berpakaian yang dianggap sesuai dengan ajaran agama.<br />
Ketika seorang perempuan memutuskan untuk berjilbab, saya percaya, ia telah “memproklamirkan” semangat untuk lebih mendekatkan dirinya kepada hal-hal yang lebih bersifat transedental (Ilahiyah).<br />
Karena itulah saya menghormati perempuan berjilbab, terlebih lagi mereka yang mampu terlebih dahulu “mengenakan jilbab” di hatinya.</p>
<p style="text-align:right;"><em>- Rachmat H. Cahyono, Pengarang -</em></p>
<p style="text-align:right;"><em><br />
</em></p>
<p>Saya merasa aman.<br />
Mungkin kedengarannya lelaki <em>sekalee</em>, dan lumayan <em>bodo </em>(imannya <em>cuman</em> gelas setengah penuh).<br />
Tapi <em>mo </em>gimana lagi? Itu yang dirasakan sih. Istri saya pergi-pulang naik kerata api Bogor-Jakarta. Kalau <em>mikirin </em>copet, <em>desek-deseka</em>n (kemungkinan dijahili orang) dsb, bisa makan hati. Keputusannya untuk berjilbab setahun setelah menikah, membuat saya lega. Begitu juga soal pergaulan, hubungan dengan teman kantor, dsb. Dengan dia berjilbab saya jadi merasa aman. Maski tahu juga <em>ga </em>ada ceritanya jilbab bisa menangkal kalau istrinya mau selingkuh (jadi <em>pathetic</em>?).<br />
Positifnya&#8230; rasa aman membuat hubungan jadi adem-ayem.<br />
Bahasa “tinggi” <em>bilang </em>saling pengertian, de-el-el.<br />
Saya <em>ga </em>pernah repot kalau istri terima sms, misalnya.<br />
<em>Ga </em>pernah merasa, “wah&#8230; ada apa-apa, nih!” kalau istri ultah <em>dapet </em>hadiah dari teman kantor. Soalnya sudah <em>tekor beliin </em>mesin cuci elktroluks! Hehehe.<br />
Meski “jaga-jaga” perlu.<br />
Pokoknya : jilbab = aman.</p>
<p style="text-align:right;"><em>- Sentaby, Dbaonk -</em></p>
<p style="text-align:right;"><em><br />
</em></p>
<p>Jilbab adalah simbol dari wanita muslimah. Karena itu dia harus memahami makna dari simbol tersebut. Tidak hanya sebagai simbol semata, tetapi lebih dalam agar dia bisa semakin lekat dengan kemuslimahannya.<br />
Jilbab adalah keindahan. Meskipun dia menutupi keindahan apa yang ada di dalamnya, tetapi sebenarnya jilbab lebih indah dari segala.<br />
Jilbab adalah keteduhan, karena dia berhasil membuat lawan jenis mengurung prasangka dan khayal yang akhirnya membuat hati semakin teduh.<br />
Jilbab adalah penutup. Maksudnya menutup segala aurat. Maka, pemakainya pu harus memahami dengan benar apa itu aurat agar jilbab bisa menutup dengan sempurna dan menghindari pemiliknya dari zalim.</p>
<p style="text-align:right;"><em>- Irfan Hasuki, wartawan -</em></p>
<p style="text-align:right;"><em><br />
</em></p>
<p>Wanita berjilbab :<br />
-    Yang pasti, akan terlihat lebih anggun dan terhormat dibandingkan dengan wanita yang berpakaian terbuka.<br />
-    Punya karakter sendiri.<br />
-    Pemberani, karena jika wanita sudah mengambil keputusan untuk memakai jilbab, otomatis dia berani menerima segala konsekuensinya.<br />
-    Berilmu, kaena mayoritas wanita berjilbab tahu betul hukumnya menutup aurat, makanya memakai jilbab (kecuali wanita berjilbab yang punya tujuan lain atau hanya ikut tren mode)<br />
-    Menyejukkan pandangan.<br />
-    Menentramkan hati.<br />
-    Dan masih banyak lagi</p>
<p style="text-align:right;"><em>- Rahman, milis FP -</em></p>
<p style="text-align:right;"><em><br />
</em></p>
<p>Tentang <em>cewek </em>berjilbab – <em>jilbaber </em>– komentarku bahwa mereka perempuan suci. Sebagaimana Ibunda Mariam yang mampumenjaga kesuciannya, demikian pula perempuan berjilbab seharusnya.<br />
Sederhana saja alasannya : pakaian muslimah itu tak mudah dikenakan, karenanya tak sembarang muslimah mau memakainya dengan ikhlas dan semata karena ibadah demi menutup aurat.<br />
Dari beberapa ayat Al Quran, jelas Allah telah mewajibkan muslimah untuk berjilbab antara lain, An Nur : 31 atau Al Hazab : 59.<br />
Oleh sebab itu, saya mengkritik para <em>jilbaber </em>yang masih suka “<em>cengingisan</em>” dan apalagi berjalan berdua-dua dengan bukan mahramnya.</p>
<p style="text-align:right;"><em>- Isbedy Stiawan ZS, penair – cerpenis -</em></p>
<p style="text-align:right;"><em><br />
</em></p>
<p>Seperti pedang bagi samurai, begitulah jilbab sebagai jalan hidup bagi perempuan beriman.</p>
<p style="text-align:right;">- <em>Soni Farid Maulana, penyair</em> –</p>
<p style="text-align:right;">
<p>Sumber :<br />
Komentar-komentar ini diambil dari buku &#8220;Jilbab Pertamaku&#8221; karya Asma Nadia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indikablog.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indikablog.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indikablog.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indikablog.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indikablog.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indikablog.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indikablog.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indikablog.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indikablog.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indikablog.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indikablog.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indikablog.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indikablog.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indikablog.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=76&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indikablog.wordpress.com/2009/04/05/jilbab-di-mata-cowok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42f3568a1581ad50a7eaea5c414f7e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indikablog.files.wordpress.com/2009/04/jilbaber.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jilbaber</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menapaki &#8220;Jejak&#8221; Virus Shortcut (virus thumb.db? virus new harry potter? virus microsoft? namanya apa ya?)</title>
		<link>http://indikablog.wordpress.com/2009/04/04/menapaki-jejak-virus-shortcut-virus-thumbdb-virus-new-harry-potter-virus-microsoft-namanya-apa-ya/</link>
		<comments>http://indikablog.wordpress.com/2009/04/04/menapaki-jejak-virus-shortcut-virus-thumbdb-virus-new-harry-potter-virus-microsoft-namanya-apa-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 04:49:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indikablog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Computer Stuff]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indikablog.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Virus ini sempat membuat beberapa teman kampusku bingung. Walaupun bukan termasuk jenis virus yang berbahaya, tapi kehadiran virus ini cukup membuat kewalahan. Seperti virus yang lain, virus ini baru aktif apabila pengguna komputer mengakses folder shortcut yang bernama microsoft.lnk atau new harry potter and&#8230;lnk. Apabila opsi turn off autoplay pada windows tidak diaktifkan, virus ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=54&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-160 alignleft" title="computer-virus" src="http://indikablog.files.wordpress.com/2009/04/computer-virus.jpg?w=614" alt="computer-virus"   />Virus ini sempat membuat beberapa teman kampusku bingung. Walaupun bukan termasuk jenis virus yang berbahaya, tapi kehadiran virus ini cukup membuat kewalahan. Seperti virus yang lain, virus ini baru aktif apabila pengguna komputer mengakses folder shortcut yang bernama microsoft.lnk atau new harry potter and&#8230;lnk. Apabila opsi turn off autoplay pada windows tidak diaktifkan, virus ini juga bisa menyebar apabila flash disk kita buka dengan cara men-double klik folder flash disk.</p>
<p>Virus ini bekerja dengan cara membuat induk virus di My Documents dengan nama database.mdb. File ini akan diakses di Registry melalui proses yang bernama Wscript.exe (berbeda dengan proses dari windows yang bernama wscript.exe dengan huruf w kecil. Tapi umumnya proses wscript.exe windows pun tidak akan berjalan pada kondisi normal). Baru-baru ini saya bahkan menemui virus ini (atau kena virus yang lain juga ya? ^_^ ) mendisable regedit sehingga kita tidak bisa menghapus registry yang berhubungan dengan database.mdb tadi. Virus ini membuat file autorun.inf dan thumb.db di setiap folder dan sub folder – sub folder yang ada di dalamnya. Selain itu, virus ini juga membuat shortcut yang bernama Microsoft.lnk dan New Harry Potter and&#8230;lnk. Apabila shortcut tersebut diklik, virus pun akan menginfeksi komputer. Setelah virus ini aktif, virus akan membuat shortcut semua folder yang ada di harddisk dengan nama yang sama dengan folder asli.</p>
<p>Setelah “membongkar-bongkar” komputer dan mencari referensi kesana kemari, akhirnya saya mendapatkan langkah-langkah untuk menghilangkan virus ini :<br />
<span id="more-54"></span></p>
<ol>
<li>Matikan proses Wscript.exe melalui task manager atau dengan menggunakan <a href="http://download.cnet.com/Process-Explorer/3000-2094_4-10223605.html" target="_blank">Process Explorer</a>.</li>
<li>Hapus database.mdb yang ada di My Document. File ini biasanya di-hidden sehingga kita harus mengaktifkan opsi Show hidden files and folders yang ada di Folder Options.</li>
<li>Hapus registry yang berhubungan dengan database.mdb di registry My Computer\HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run. Apabila komputer kita terkena virus ini maka pada registry akan ada registry database.mdb seperti gambar di bawah ini :</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-68" title="databasemdb-di-registry" src="http://indikablog.files.wordpress.com/2009/04/databasemdb-di-registry2.jpg?w=614" alt="databasemdb-di-registry"   /><br />
Note : screenshot ini diambil dari komputer di lab yang  menjadi korban virus (komputer yang sering saya pakai T_T)</p>
<li>Apabila langkah ke 3 tidak bisa dilakukan karena regedit ter-disable oleh virus, gunakan tools untuk mengakses registry. Biasanya saya menggunakan tools <a href="http://www.download.com/Trend-Micro-HijackThis/3000-8022_4-10227353.html" target="_blank">HijackThis</a> untuk melakukan scanning registry. Setelah diadakan proses scanning registry, maka dapat dilihat proses yang berhubungan dengan database.mdb pada hasil scanning seperti gambar di bawah ini :</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-67" title="scanning-registry-menggunakan-hijack-this2" src="http://indikablog.files.wordpress.com/2009/04/scanning-registry-menggunakan-hijack-this2.jpg?w=614" alt="scanning-registry-menggunakan-hijack-this2"   /><br />
Note : apabila ditemukan registry DisableRegedit = 1, hapus juga registry itu karena nilai 1 disitu bernilai true sehingga regedit kita ter-<em>disable</em>.</p>
<li>Setelah “memulihkan” registry, langkah terakhir adalah menghapus semua file yang berhubungan dengan virus. File-file tersebut adalah :</li>
</ol>
<ul>
<li> autorun.inf</li>
</ul>
<ul>
<li> thumb.db (berbeda dengan file thumbs.db yang merupakan file dari windows)</li>
</ul>
<ul>
<li> Microsoft.lnk dan New Harry Potter and&#8230;lnk</li>
</ul>
<ul>
<li> File *.lnk lain yang merupakan duplikasi dari folder asli (hati-hati saat menghapus terutama saat menghapus *.lnk di drive C)</li>
</ul>
<p>Penghapusan file ini bisa dilakukan dengan menggunakan fungsi search yang ada di windows atau menggunakan tools <a href="http://www.brothersoft.com/utool-69461.html" target="_blank">UTool</a> (menurut saya tools ini masih kurang stabil, masih sering error saat dioperasikan)</p>
<p>Selesai ^_^&#8230;</p>
<p>Masih bermasalah dengan virus ini?<br />
Silahkan “mengeksplore” komputer Anda&#8230; siapa tahu masih ada file buatan virus yang masih tersisa.<br />
Kalau masih belum bisa? Mungkin si pembuat virus sudah mengembangkan virusnya supaya lebih canggih ^_^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indikablog.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indikablog.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indikablog.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indikablog.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indikablog.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indikablog.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indikablog.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indikablog.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indikablog.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indikablog.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indikablog.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indikablog.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indikablog.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indikablog.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indikablog.wordpress.com&amp;blog=6432814&amp;post=54&amp;subd=indikablog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indikablog.wordpress.com/2009/04/04/menapaki-jejak-virus-shortcut-virus-thumbdb-virus-new-harry-potter-virus-microsoft-namanya-apa-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42f3568a1581ad50a7eaea5c414f7e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indikablog.files.wordpress.com/2009/04/computer-virus.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">computer-virus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indikablog.files.wordpress.com/2009/04/databasemdb-di-registry2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">databasemdb-di-registry</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indikablog.files.wordpress.com/2009/04/scanning-registry-menggunakan-hijack-this2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">scanning-registry-menggunakan-hijack-this2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
